Pahat Batu
.
Mencintai mu bak seni memahat batu.
Keras...
Mencintai mu seperti mendaki gunung.
Lelah...
Mencintai mu laksana kasih ibu.
Sepanjang masa...
Hanya memberi tak perlu harap kembali.
Ya.. begitulah seharusnya..
.
Memahat butuh waktu lama.. sabar !
Mendaki perlu tenaga ekstra.. kuat !
Kasih Ibu... marah.. tapi penuh kasih
.
Tak pelik sebenarnya
Hanya ku yang beda dunia awalnya
Dan memaksa masuk dan tinggal
Tak tahu, buta, berjalan tanpa arah
Ku diberi ilmu
Ku diberi cahaya
Ku diberi tunjuk
.
Tapi...
Keras kepala ku dan ego yang tak berujung.
Bawa balik aku lagi ke titik awal. Bodoh !
Kembali hempaskan ku ke dalam gelap. Buta !
Arahkan ku rimba nista tiada makna. Sesat !
.
Tak tahu, buta, tak berarah...
Cinta?
Belajar dulu. Ku belum sampai di situ.
Pahat saja batu... indah nanti sampai waktu.
Ku yang tak kunjung tahu memaknai mu.
.
.
Geku.
24.07.2020
.
Gelap Kamar.
Kamis, 23 Juli 2020
Pahat Batu
Rabu, 15 April 2020
Suatu Saat Nanti
Minggu, 12 April 2020
Saat Mulai Gelap
Saat Mulai Gelap
.
Ku mau hanya terus berkarya
Lembutkan rasa yang mulai menua
Pada mu ke pasrahkan cinta
Sambil giat terus berupaya
.
Ku mau hanya jadi berguna
Kasarkan tangan yang mulai merenta
Untuk mu ku janjikan setia
Yang pernah karenanya kecewa.
.
Disaat senja termakan gelap
Sebelum nanti kau terlelap
Ku mau kau ingat satu ucap
Ku tak akan henti berharap
.
" Ku masih mencintai mu
sama seperti yang dulu "
.
Dengan penuh air mata
Dengan segenap duka
Dengan sedikit ceria
Dengan banyak alpa
.
Ku mau kau selalu bahagia
Ingat itu..!
.
UIM
Pecinta Buta Mu
.
Bawah gersen, 10.03.2020
Ketika Dewasa Nanti
Ketika Dewasa Nanti
.
Ku mau jadi orang yang membayangkan apa yang ingin ku bayagkan.
Bukan seperti sekarang yang selalu terbayang - bayang.
Ku mau jadi orang yang memikirkan apa yang ingin ku pikirkan.
Bukan seperti sekarang yang selalu terpikirkan.
.
Menggerus perlahan apa kata perasaan.
Karena aku tuan dari semua perasaan bukan tak bertuan.
.
Hilangkan mulai kini apa kata hati.
Karena aku empunya ini diri bukan tanpa arti.
.
Benar ! Karena ku tak kunjung dewasa. Masih anak dalam tubuh yang menua.
Seperempat abad lewat satu dasa, tapi masih saja.
Tak mengerti apa arti cinta sebenarnya.
.
Ketika aku dewasa nanti.
Maafkan aku.. Wanita dewasa ku yang telah kusiksa dengan jiwa yang teramat muda.
.
Geku Foreva ❤
.
Sofa, 06.04.2020
Selasa, 10 Maret 2020
Puisi " Total Memanjakan "
Total Memanjakan.
.
Hanya satu tinggal yang ku rayukan
Total memanjakan tanpa membagikan
Tiada lagi topeng yang ku kenakan
Penuh pengabdian tanpa keresahan
.
Terima Kasih ku padamu
Selalu....
.
.
UIM
.08.03.20
.
Jumat, 06 Maret 2020
Puisi " Maaf Lagi "06.03.2020
Maaf Lagi
.
Ketika aku esok pagi
bertemu lagi sang mentari
Tak ingin lagi kau berperih
Sudah lima kali sejak janji
.
Air dari mata cantik itu jatuh lagi
Semoga segera mendung henti
Berganti segar bias pelangi
Cukup Cukuplah tak mau lagi
.
Kata dari indah bibir itu ucap lagi
Semua ini dari kamu sendiri
Buat tak nyaman saat pergi
Buat sedih saat bermimpi
.
Maaf, sekiranya kau sudi
Seharusnya tak ku ulangi
Setiap kata sudah ku janji
Tapi masih saja ku beri
.
Oh wanita yang salah kucintai
Yang salah ku cara mengarti
Tapi...
Janji ku kau kan kucintai
Sampai akhir nafas ini
.
UIM
Pecinta Geku
Kamar, 06.03.2020
Selasa, 03 Maret 2020
Puisi "Pondok Selam Raja Ampat" 04.03.20
Pondok Menyelam Raja Ampat
.
Terbaring ku di ruang hening pekat
Ingatku menerawang dan teringat
Kembali ke waktu pertama ku lihat
Dia yang dengan senyum memikat
.
Sosok wanita ceria yang sapa semua
Tiba malam naik dari ujung dermaga
Datang bersama beberapa mereka
Tapi mata hanya gubris padanya
.
Bertegur sapa dengan mereka
Sejenak berdiri berhenti bercerita
Masih terus tak berhenti ku menatap
Kemudian berlalu dalam gelap
.
Sesat kemudian kembali lagi
Dengan senter ditangan nyala mati
Kemudian perahu pun menghapiri
Begitulah sekilas sebelum pergi
.
Ingat ku jelas pada dia
Tak tahu bakal ternyata
Lalu menjelma jadi pemuja
Sang wanita mandiri karya
.
Awal yang indah
Tengah yang duka
Akhir yang bahagia
Sesederhana itukah?
.
Jangan rumitkan
Biarlah berjalan
Wajar harapan
Jangan paksakan
Biarlah perlahan
Asal ke depan
.
Rindu pelukan mu dalam penantian
Aku sayang kamu sampai kemudian....
.
UIM
Pecinta Tinta Baca
(akhirnya ketemu)
.
Sarang Imaji, 04.03.2020
Puisi "Tak Temu" 03.03.2020
Tak Temu
.
Satu siang, malam satu
Tanpa kelihatan kaki mu
Cuma suara manja itu
Padahal tak jauh rumah mu
Sesekali belajar untuk merindu
Tak apa ku masih mampu
Belum sampai pun purnama satu
Tak sanggup kalau harus beribu
Cukup dua, tiga atau sepuluh
Sudahlah cukup sampai disitu
.
Aku masih mencintai mu
Sama seperti dulu
.
UIM
Your Nobody
Love Geku
.
WC Ku, 03.03.20
Senin, 02 Maret 2020
Puisi "Pagi Ini" 02.03.2020
Pagi Ini
.
Selamat pagi orang baik
Golar-golerlah bolak - balik
Sambut mentari yang mau naik
Teruslah senyum sebelum terik
.
Malam kunikmati jelita mu
Disela gelap mati lampu
Sudah saja pukul satu
Tak mau cepat berlalu
Wajah itu semoga selalu
Ada mengisi indah waktu
.
Tak kan biarkan berlalu
Jangan ada lagi kelabu
Wahai perindu butir salju
Segeralah mimpimu jadi padu
.
Semua harap mu tanpa aku
Buyarkan kecewa tanpa ragu
Tiada tiada aku lukai mu
Lagi setiap hari berlalu
Ku pastikan semua itu
Agar tenang ceria dunia mu
.
Bangun sudah...
Ku kecup kening mu dari mimpi ku
Siang ini.
.
.
UIM
Your Nobody
.
Kamar Pagi, 02.03.2020
Puisi 01 Maret 2020
Senyum Ada
.
Sedikit kembali senyum itu ada
Hari kembalikah ceria ?
Sepertinya iya, karena mulai ia bercerita
Bahkan tersisip sebuah rahasia
Tak terasa malam telah jam dua
Bahagia.. Bahagialah !
.
Kucoba ringankan kata - kata
Karena dia susah mencerna
Iya, tak mau beratkan cukup kebelakang
Jangan tambah dengan mengartikan
Biar terasa
Biar termakna
Pun dia orang logika
Tapi tidak, dia si perasa
Bahkan dalam gelap pun terus meraba
.
Semua ku ucap tak lagi dusta, semoga !
Benar adanya ketika ku pinta
Tolong berikan satu untuknya
Walau pasti ku bermurung durja
Bayangkan saja langsung terasa
Duka akan luka yang belum tiba
Bahagia... Bahagialah !
.
Ijinkan aku balas semua duka dengan tercapainya cita.
Karena nyata bahwa mimpi mu dan impian ku di jalan itu.
Sebagian mungkin, tak semua. Tak apa.
Tapi pantas kita capainya walau tak sempurna.
Sebaiknya kejar jangan pelan terbata
Cita, tunggu kami disana, segera.
.
.
UIM
.
Geku
Di bawah, 01.03.2020
Jumat, 28 Februari 2020
Puisi 29 Februari 2020
Puisi 28 Februari 2020 Ratuku
Ratu Ku.
.
Maaf tak lakukan selayak itu
Kau bagiku adalah Ratu
Tapi tak lantas ku Rajai mu
Ku hanya abdi dalamkerajaanmu
.
Kata-kata mu adalah titah
Telunjuk mu adalah perintah
Ku lakukan yang terbaik
Agar hidup tak lagi pelik
.
Ku lupa asal-muasal dan sejarah
Dari mana pun kembali ke tanah
Aku tak ingin jadi bukti sakit parah
Hati yang pergi ingin kembali ku arah
.
Kau Ratu ku dalam sisa waktu
Abadikan angan senyum lucu
Rayu ku hanya tinggal bagi mu
Sampai sisa darah dalam kalbu
.
.
Kau Ratu ku sudah selayaknya begitu...
.
.
UIM
Nobody
For Geku ❤
.
Rumah kecil, 28.02.2020
Minggu, 23 Februari 2020
Puisi "Buntu" 23 Februari 2020
Sabtu, 22 Februari 2020
Puisi Bintang Besar Ku
Kamis, 20 Februari 2020
Puisi 21.02.2002
Bukan Puisi Cinta.
.
Oh.. wahai cinta ku
Aku tak bisa hidup tanpa mu
Kau yang selalu ku rindukan
Kau yang selalu ku sayang
.
Cinta ini suci dari dalam hati
Jangan kau berlalu dan pergi
Biarlah rasa ini selalu bersemi
Hingga saatnya tiba nanti
.
Hueks cuh...!
Pasti kau kan muntah...
Hahahaha !.. tertawa..
Baca puisi cinta diatas yang tertata
Ingin sebenarnya ku tulis seperti itu adanya
Tapi ku rasa tak akan ada beda.
.
Ku tahu kamu tak mau dirayu
Ku yakin kau pun tak kan leleh dan layu
Seperti normal semua wanita itu
Kau kuat, kau tak goyah laksana batu.
.
Ini bukan puisi cinta
Tak ingin ku berpujangga
Ku hanya ingin setiap kata
Tuk haluskan rasa
Empati terhadap setiap duka
Dan pengingat saat mulai tersakit jiwa
.
.
UIM
Nobody
For Geku
.
Suteja, 21.02.2020
puisi 21.02.2020
Me (+6285288008777):
10:46PM, Feb 16, 2020
Sore Pelangi
.
Pelangi datang saat rintik hujan
Kena bias cahaya terang
Seperti senyum mu yang pun selalu datang
Setelah semua kepahitan
Masih saja selalu diangan
Tak tahu kapan hilang
Akankah?
Atau biar saja tinggal !
Tertawalah sesekali pelangi
Mencintalah seterus mentari
Berharap ini abadi tak ada nanti
Kamu.. Ya Kamu...
Yang lugas perangai mu
Yang malas tahu itu
Yang bodo amat itu
Yang pergi sesukamu
Yang datang sehatimu
.
UIM
Always Nobody
For Geku.
.
Prajas,16.02.20
Jumat, 14 Februari 2020
Puisi 15 Februari 2020
Puisi 14 Februari 2020
Rabu, 12 Februari 2020
Puisi Saja 13.02.2020
Selasa, 11 Februari 2020
Puisi 12.02.2020
Senin, 10 Februari 2020
puisi cerita 11.02.2019
Serupa Magna
.
Takjub kali ini ku berasa
Tak sejamak aku biasa
Semasa ku jalani kehidupan
Kali ini ku terperangkap beban
.
Beban atas ketiadaan, punah
Harapan semoga tetap ada lestari
Hidup, hidup, bebaskan panah
Karena busur makna kan abadi
.
Tidurkan dia panjang lelah seharian
Bangunnya yang sudah begitu dalam
Melebarkan mata hadapi kenyataan
Bahwasanya peluh itu telah meruam
.
Sudah kiranya khianati keabsahan
Lugas kumaukan itu perempuan
Kuat raga, tidak dengan rasa
Beri pembeda semarak nuansa
.
Pandangi ku langit siang
Takluk hujan terangkan awan
Semoga jauh-jauh itu topan
Tak sudi kembali terhempaskan
.
Serupa kala Magna Carta
Absolut kuasa sudah tiada
Bebaskan semua batas-batas
Kembalikan hak lega bernapas
.
.
Kamar terang, 10.02.20
UIM
Geku Lover
Minggu, 09 Februari 2020
Puisi Cerita 4
Kata Mereka
.
Elegi Esok Hari kata dia
Si pria tenar berkacamata
Bersenandung atas duka
Mengiris hati yang mengalaminya
Pernah pasti sudah semua
Karena kita tak sempurna
Bukan pemaafan atas cerita
Yang terlanjur tancap luka
Hanya karena otak bebas berkarya
Dan emosi salah bekerja
.
Terbentur, terbentur dan terbentuk
Kata dia sang legenda tak ada tanda
Isyaratkan kita masih manusia
Jangan goyah terus kejar jaya
Karena yang sepadan rela
Berbuat karena dan untuk cinta
Yang selalu semoga dalam doa
Hanya ingat jika dia belum sama
Dan mungkin tiada
.
Lepaskan dan syukuri
Mungkin kembali dia hampiri
Jaga waktu dan rayu
Mungkin lagi dia syahdu
Sabar dan ingat hari-hari
Meski sudah dan akan perbaiki
Tak mudah hanya berlalu
Berikan terus manis madu
Semua terjadi dan terpatri
Atas semua lara hati
.
Terserah dinda anggap apa
Hanya kosong belaka
Tak apa-apa
Karena semua kata
Dari kepala sang pemuja
Yang sudah gila
Bodoh akal tak punya
Kata mu, kata mereka
Dan aku juga
.
Pojokan meja, 09.02.2020
UIM
The Worst