Kamis, 23 Juli 2020

Pahat Batu

Pahat Batu
.
Mencintai mu bak seni memahat batu.
Keras...
Mencintai mu seperti mendaki gunung.
Lelah...
Mencintai mu laksana kasih ibu.
Sepanjang masa...
Hanya memberi tak perlu harap kembali.
Ya.. begitulah seharusnya..
.
Memahat butuh waktu lama.. sabar !
Mendaki perlu tenaga ekstra.. kuat !
Kasih Ibu... marah.. tapi penuh kasih
.
Tak pelik sebenarnya
Hanya ku yang beda dunia awalnya
Dan memaksa masuk dan tinggal
Tak tahu, buta, berjalan tanpa arah
Ku diberi ilmu
Ku diberi cahaya
Ku diberi tunjuk
.
Tapi...
Keras kepala ku dan ego yang tak berujung.
Bawa balik aku lagi ke titik awal. Bodoh !
Kembali hempaskan ku ke dalam gelap. Buta !
Arahkan ku rimba nista tiada makna. Sesat !
.
Tak tahu, buta, tak berarah...
Cinta?
Belajar dulu. Ku belum sampai di situ.
Pahat saja batu... indah nanti sampai waktu.
Ku yang tak kunjung tahu memaknai mu.
.
.
Geku.
24.07.2020
.
Gelap Kamar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar