Senin, 30 Mei 2016

Cerita sedikit lucu dari Raja Ampat

Pesona Raja Ampat yang tidak ada habisnya.
Kadang saya sempat berpikir kenapa tidak dari dulu kita semua tahu keindahan Raja Ampat, kenapa baru akhir-akhir ini beberapa tahun belakangan ini, kita semua baru tersadar & terbuka mata bahwa ada tempat seindah ini di Papua, yang jauh di ujung timur indonesia.
Atau hanya saya kah yang berpikiran seperti itu, sepertinya tidak.

Saya sedikit berbagi pengalaman alias cerita menarik mengenai Raja Ampat,  tahun 2009 seingat saya, ketika waktu itu saya masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Sorong, tepatnya Astra Motor Sorong, saya & beberapa teman hendak pergi berlibur ke Raja Ampat, kami pun mempersiapkan diri dengan beberapa keperluan, kami sama sekali belum pernah ke sana, kami hanya baru mendengar kalau disana indah, pokoknya bagus lah, kalau kata orang-orang yang pernah kesana.

Kami membayangkan disana masih pulau terpencil, tidak ada warung makan, atau pun kios alias warung kelontong, kami pun membeli sembako lah singkatnya, ada beras, minyak kelapa, bumbu-bumbu dapur, kangkung pun ikut meramaikan persedian bahan makanan, tak lupa saya dan yang teman-teman cowok yang lain juga membeli persedian rokok untuk semalam di sana.

Kami ber sepuluh kalau tidak salah waktu itu, ada Mbak Nur, Mbak
Fina, Bang Tufri, Abang Adnan Kamek ( kepala mekanik ),
Kak Safar, Bang Hudson, Bang Hasan, Oiya hampir lupa S.O. Head kami Pak
Max Budi Utama dan PSM alias Piet Suyanto Manda, dan saya sendiri si ganteng dari gua hantu, hehe.

Jadi kami semua yang berangkat ini tahunya di sana tidak ada sarana dan prasarana lah istilahnya. Berangkat kami pun sempat mengalami insiden pada teman kami Rian Oei beserta istri yang seharusnya juga ikut berlibur bersama kami, dia jatuh dari motor saat berboncengan dengan istrinya, pas waktu jalan bersama dari arah kantor menuju pelabuhan, singkat cerita Rian tidak bisa ikut karena mengalami insiden kecil tersebut. Maaf Bang Rian, the show must go on.

Di pelabuhan kami langsung menaiki kapal cepat, semacam Feri kecil lah, kapasitas dua ratusan orang lah. Kami menuju Waisai, dan kemudian berakhir di Pulau Saonek. Tujuan berlibur kami. Turun dari kapal menuju daratan Saonek, alangkah terkejutnya kami, ( yah tidak terlalu terkejut sih ) cuma gak nyangka aja, ternyata di sana pas di depan gapura masuk ada Warung Nasi dan di tempat menginap pun ternyata disebelah kanannya ada kios / warung kelontong yang menjual sembako dan aneka makanan lainnya, rokok juga tersedia, bahkan herganya relatif sama dengan harga di Kota Sorong tempat tinggal kami.

Bayangkan pemirsa, ( diam sejenak dan bayangkan..... ) jangankan anda yang jauh di pulau lain di belahan indonesia ini, kami pun yang ibaratnya masih tetangga dengan Waisai, bahkan se-kabupaten dulu dengan Sorong sebelum pemekaran tahun 2007 lalu, menjadi Raja Ampat, kami buta dengan keadaan disini. Kalau tahu di sini ada kenapa kami harus bawa jauh-jauh dari 
Sorong apalagi itu sekarung beras, kan berat bawanya.

Maka wajar menurut saya jika dulunya saya waktu ke Jogja sekolah di tahun 2002. selalu ditanya yang aneh-aneh, di Sorong ada komputer gak ?, ada mall gak ? Ada radio gak
?... apalah pokoknya yang bikin saya sedikit bahkan hampir banyak, emosi. Yang paling menyakitkan itu ketika ditanya "kamu disana makan nasi juga gak?". Jengkel memang, cuma terkadang saya berpikir memang inilah realitanya, informasi yang kurang atau mungkin belum terlalu gencar-gencarnya internet seperti sekarang, setiap orang pegang gadget nya masing-masing, by the way itu di 2002, kalaupun sampai di 2016 ini ada orang dari belahan bumi Indonesia ini yang masih mengdiskreditkan atau belum tahu banyak soal Indonesia timur, Papua khususnya, mari kita sama-sama pertanyakan ( tanya kenapa ? ) kalau kata iklan rokok, tidak perlu lah anda tahu banyak, paling tidak anda tidak menggeneralisir bahwa Papua itu Koteka, dan Papua itu pedalaman. ( maaf saya pakai kata 
"anda" disini, soalnya pembahasannya sudah mulai berat nih 
) hehe

Tetapi ada sedikit cerita juga dari teman saya yang dari Lampung,
Angga namanya, ada saudaranya yang dari Jakarta mau diajak main ke Lampung, terus kata ibunya " jangan ah, maen ke Lampung nanti ke injek gajah " waduh, repot.
Iya memang
Lampung terkenal dengan gajahnya, tapi masa iya se-kota isinya gajah semua.
(becanda mungkin si
Ibu
). Apa memang kita yang sibuk dengan daerah atau tempat masing-masing sampai lupa dengan informasi mengenai daerah tetangga, atau mungkin dampak dari informasi di TV yang banyak tertutupi dengan sinetron, atau acara gosip, atau mungkin kita nya sendiri yang tidak mau peduli, atau disinilah kita bisa lihat & menilai seberapa efektifnya pelajaran Geografi di sekolah. Atau kah kurikulumnya yang hanya menekan kan masalah budaya dan adat istiadat, tanpa meng-update perkembangan wilayah.

Inti dari tulisan ini saya mengajak teman-teman dan saudara-saudara sekalian untuk berbagi informasi, agar teman-teman dibelahan ( kenapa harus belahan ya ? ) oke kita ganti dengan bagian, jadi dibagian Indonesia lainnya, bisa tahu perkembangan di daerah lain, jangan cuma kita bagi-bagi foto orang kecelakaan, orang mati, atau foto-foto atau tulisan yang berbau SARA.

Oke Terimakasih.

Salam Damai,

MIU

NB : ini sedikit saya bagikan Foto-foto hasil jepretan salah satu tamu tur kami, Ibu Yosepha Ichdawati. Bagus-bagus.( ijin ya 
Bu, fotonya saya share dikit )

Kamis, 26 Mei 2016

Paket Raja Ampat ( Wayag ) 4 Hari 3 Malam

Paket Wayag Trip Raja Ampat (4H3M)

Rp.4.800.000 / orang Paket min. 6 orang

Keunggulan : - lengkap 9 objek sekaligus. - suasana homestay yg indah di Wayag - anda puas seharian di Wayag - tamu tinggal menikmati perjalanan yg menyenangkan. - driver & guide sangat ramah

9 Objek Wisata :
1. Wayag ( Icon Raja Ampat )
2. Talaep Homestay di Wayag
3. Selpele
4. Piaynemo ( the litle Wayag )
5. Laguna Bintang
6. Teluk Kabui
7. Arborek ( renang / snorkling )
8. Pasir Timbul
9. Waisai

Include + Fasilitas :
1. Antar jemput bandara DEO Sorong - Pelabuhan Rakyat.
2. Tiket Kapal Cepat Ke Raja Ampat , Waisai PP.
3. Homestay di Wayag Raja Ampat.
4. Makan 3x sehari selama menginap.
5. Snack & air mineral.
6. Sewa speed boat selama trip.

Tidak termasuk :
1. Pengeluaran pribadi.
2. Transportasi dari kota asal ke Sorong.
3. PIN Raja Ampat
4. Sewa Alat snorkling

Jadwal Wisata :
.
Hari 1 :
.
09.00 : Penjemputan di Bandara DEO Sorong9
11.00 : Makan siang ( optional )
12.00 : Perjalanan ke Pelabuhan Rakyat
12.30 : Tiba di Pelabuhan & naik kapal cepat
14.00 : Berangkat ke Raja Ampat, Waisai
16.30 : Tiba di Raja Ampat, Waisai. Dijemput ke Homestay
17.00 : Sampai di Homestay, check in.
18.00 : Bersantai sambil menikmati sunset di pinggir pantai. 19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas , pengarahan untuk trip esok hari.
22.00 : Istirahat

Hari 2 :
.
07.00 : Sarapan & persiapan ke Wayag
08.00 : Berangkat ke Wayag
09.00 : Sampai di Wayag dan mendaki puncak Wayag
10.00 : Turun dari puncak Wayag, kemudian berfoto-foto ria di pinggir pantai Wayag, berenang, snorkling, anda sampai puas seharian di Wayag. Menikmati Ikon Raja Ampat yang sangat terkenal & sudah mendunia.
12.00 : Makan siang
01.00 : Lanjut menikmati Wayag
16.00 : Kembali ke Homestay
17.00 : Sampai di Homestay mandi & bersih-bersih
18.00 : Kembali menikmati sunset di pinggir pantai
19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas & membahas perjalanan besok
22.30 : Istirahat

Hari 3 :

06.00 : Sarapan & persiapan perjalanan
07.00 : Naik speedboat ke Teluk Kabui
09.30 : Sampai di Piaynemo The Litle Wayag & Lanjut ke Laguna Bintang.
10.31 : Lanjut menuju ke Arborek,
12.00 : Sampai di Arborek & makan siang. Renang / Snorkling.
14.00 : Perjalanan ke Pasir Timbul
15.30 : Sampai di Pasir Timbul
16.00 : Menuju Homestay di Waisai
17.00 : Bersantai di pinggir pantai sambil menunggu sunset
18.00 : Tamu dipersilahkan mandi & bersih - bersih
19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas & membahas perjalanan besok
22.00 : Istirahat
.
Hari 4 :
.
06.00 : Sarapan sambil menikmati suasana pantai
07.30 : Persiapan untuk pulang,
08.00 : Menuju ke Pelabuhan Waisai.
09.00 : Menuju ke Pel. Rakyat Sorong
11.30 : Tiba di Sorong, beli cinderamata. Antar ke Bandara.
Trip selesai.

Trusted Local Tour
More Info

Call / whatsapp : 082248779599
Email : memetraja4@gmail.com
http://rajaampattourtpk.blogspot.co.id
Pin BB : 5F557145

Kami juga menyediakan paket Gathering & yang sesuai keinginan anda.
Dari yang Bacpakeran sampai ke VIP Class.

JAS MERAH RAJA AMPAT ?!

JAS MERAH RAJA AMPAT ?!

Jangan Sekali - kali Melupakan Sejarah

SEJARAH RAJA AMPAT
KISAH LEGENDA EMPAT RAJA

Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:

Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo (Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga. Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.

Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama :

War menjadi Raja di Waigeo.
Betani menjadi Raja di Salawati.
Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.

Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. (Sumber: Korneles Mambrasar)

SEJARAH RAJA AMPAT
Di tinjau dari sisi sejarah,  Kepulauan Raja Ampat di abad ke 15 merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini.  Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.

Kabupaten yang memperingati Hari Ulang Tahun setiap tanggal 9 Mei ini sekarang merupakan sebuah Kabupaten di Propinsi Papua Barat yang dimekarkan dari Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Bila kita lihat peta Propinsi Papua Barat maka letak Kabupaten ini terletak di kepulauan sebelah barat paruh burung pulau papua. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari kurang lebih 610 pulau yang memiliki panjang total tepi pantai 753 km. Pusat pemerintahan dan sekaligus Ibukota bagi Kabupaten Raja Ampat adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Waigeo, yaitu kota Waisai. (wbp)

Begitulah kira-kira sejarah singkat Raja Ampat. Semoga bermanfaat.
Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Presiden pertama kita, Bung Karno. Jadi ada baiknya sebelum anda pergi menikmati keindahan Raja Ampat, anda harus tahu dulu sejarahnya.

Samalah seperti anda berlibur ke Candi Borobudur atau Prambanan banyak cerita legenda disana, begitu pula di Raja Ampat. Percaya atau tidak, setidaknya anda tahu.

Sekian.

MIU

Salam Damai.

082248779599

Selasa, 24 Mei 2016

Catatan trip tanggal 5 - 10 Mei 2016

Catatan perjalanan Trip Raja Ampat 5H4M
5 Mei s/d 10 Mei 2016.

Hari Pertama.
Penjemputan & Nasehat untuk kemajuan.

Sesuai dengan rencana, pagi ini kapal terbang alias pesawat yang ditumpangi para peserta / tamu tiba di Sorong dari Jakarta. Sekitar jam 8 pagi, menunggu sekitar hampir 1 jam lebih, akhir saya pun bertemu dengan para tamu, setelah selesai barang-barang terangkut semua, kami pun bertolak ke Hotel.
Disini kami sarapan di restoran hotel.

Berbincang dengan para tamu tentang raja ampat tentunya, dari spot mancing sampai ke masalah politik.

Lanjutkan perjalanan ke pelabuhan rakyat, di sela-sela menunggu keberangkatan, saya dan Abang saya di beri nasehat, bagaimana cara mengelola travel yang lebih bagus lagi. Ceramah singkat itu di bawakan oleh Koh Awi, sebagai pimpinan rombongan, sepertinya. Karena memang beliaulah yang merupakan pimpinan perusahaan. Tamu - tamu ini adalah rombongan dari Perusahaan Furniture, Graver Furniture. Beliau bercerita tentang kepercayaan, satu kata berjuta makna & tidak mudah untuk dilakukan dan dijaga, mahal katanya dan butuh perjuangan untuk mewujudkannya.

Koh Awi datang beserta 10 orang lainnya, kolega bisnis beliau, ada agen, keponakan, dan kenalan-kenalan beliau dari Jakarta.

Saya sangat senang karena, beliau mau menasehati atau memberi masukan padahal kami baru beberapa jam bertemu, beliau sangat peduli seprtinya, dengan sarana dan prasana yang ada di Sorong, maklumlah pastinya sangat berbeda dengan fasilitas di Jakarta ataupun tempat-tempat wisata lainnya.

Kami pun tiba di Waisai Raja Ampat, setelah sekitar 2 jam perjalanan menaiki kapal cepat dari Sorong tadi. Kemudian langsung dijemput menuju ke Resort / penginapan.

Sesampainya disana kami pun check in, pembagian kamar & acara santai, para tamu dengan kegiatannya masing-masing, ada yang mandi, bersih-bersih, dan ada juga yang langsung menuju ke jembatan / dermaga pribadi milik resort untuk lempar tarik umpan dengan joran alias mancing. Memang beberapa tamu ini adalah para pemancing, sudah banyak tempat di daerah Jawa khususnya mereka sambangi untuk mancing, maniak memang.

Di dermaga ini saja para tamu yang memancing sudah terkesima dengan banyaknya ikan yang ada di pinggiran dermaga, berwarna-warni, indah. Ini baru di dermaganya bagaimana nanti kalau sampai di spot-spot snorkling, takjub mungkin, seperti di Arborek yang nanti akan kami datangi di hari kedua trip ini.

Acara dilanjutkan dengan makan malam, berbincang lagi untuk acara trip besok harinya, sudah tidak sabar sepertinya untuk segera ke Wayag. Sebelumnya kami sudah mengingatkan para tamu untuk memakai sepatu guna mendaki bukit batu di Wayag, bukit karts kata orang-orang.

Setelah itu kami pun beristirahat, karena besok pagi harus langsung perjalanan ke Wayag.

NB: Untuk catatan hari kedua akan dilanjutkan segera.

Selasa, 17 Mei 2016

Raja Ampat Travel 3D2N

Raja Ampat Tour
RAJA AMPAT TPK
Trusted Local Tour
We serve you better !!!!

CP: 08528808777/  Memet

Raja Ampat offers tour packages ranging from HIGH CLASS until the Backpacker.
Depending on your request.

Here we offer packages Regular:
3,500,000 - IDR
3 Days 2 Nights.
(Piaynemo -  Laguna Star- Homestay Piaynemo - Saundarek - Sawingray - Pasir Timbul - )

Itenerary Tour 3 Days 2 Nights
Raja Ampat / R4, Pyainemo The Litle Wayag
Meeting Point: Airport D.E.O. sliding

The first day :
Airport - Port  - Raja Ampat - Homestay

07:00 to 12:00:
- Participants / guests will be picked up at BandaraDEO Sorong
12:01 to 13:00:
- Lunch (optional) is still living dependents.
13:01 to 14:00:
- Towards the Port of people to cross into R4.
14:01 to 16:30:
- The trip to Port Waisai R4 climb KM. Marina Express.
16:31 to 17:00:
- Arrive at the Port Waisai, immediately escorted to the guest inn / Homestay.
17:01 to 18:00:
- Arrive at Homestay, guest can simply enjoy the beautiful panorama of the sea while waiting for sunset while taking pictures ria.
18:01 to 19:30:
- Participants can take a shower, clean up, etc.
19:31 to 20:30:
- Dinner while enjoying a view of the sea and exotic night.
20:31 to 22:00:
- Free Events at once brifieng to show to the next morning.
22:01 to 6:00:
- Rest

The second day :
Gulf Kabui - PIAYNEMO - Arborek - Sand Arise

06:01 to 07:00:
- Breakfast while preparing for the trip.
07:01 to 09:30:
- The guests departed up the speed boat to the Gulf Kabui, here guests will pass through a gap between the islands are very beautiful with calm water, rock cliffs karts on either side of us, the trees and the chirping of birds accompany our journey.
09:31 to 10:30:
- Arrive at Pyainemo The Litle Wayag, here we will descend from the speed boat and then up around 300an stairs to reach the top of the hill
Over the hill guests will be struck by the beauty of nature which is so magnificent, the view from the top of the hill we can see around our islands beautiful small karts, this is one of the icons R4 is already global. Piaynemo offers the beauty of the landscape that presents a view of the sea blends exquisite cluster of hills karst seen.

10:31 to 12:00:
- We continue the journey to the island Arborek.
12:01 to 12:30:
- Arrive In Arborek Island, about lunch.
12:31 to 14:00:
- Snorkling on the waterfront and in the area around the pier Arborek this is amazing, you can see the giant clams, almost one meter. Hundreds of tiny colored fish species - colorful tame seemed to welcome the arrival of visitors. Corals and other marine organisms that come in many varieties adds to the beauty of the underwater panorama. Your eyes must be satisfied to make.

14:01 to 16:00
- Go to the Sand arise, here we can see the white sand is very broad. Different with other places, if their white sand on the beach, here we can, enjoy in the middle of the sea. It is remarkable, you would be amazed to see it.

4:01 p.m. to 5:00 p.m.
- Back to Homestay
17:01 to 18:00
- Relax on the beach while waiting for sunset
18:01 to 19:30
- Guests are welcome shower and clean - spotless
19:31 to 20:30
- Dinner
20:31 to 22:00
- The event is free while discussing the trip the next day.
22:01 to 06:30
- Rest

Day 3

06:31 to 07:30
- Breakfast while enjoying the atmosphere of the beach
7:31 to 8:00 a.m.
- Preparation / packing to go home,
08:01 to 9:00
- Go to Port Waisai to return crossing to Sorong.
09:01 to 11:30
- Contrary to the to the Port of Sorong People use the ship KM. Marina Express.
11:31 to 12:30
- Arrive in Sorong Port People, leading to the typical cindremata Store Papua and then escorted back to the airport DEO

Trip Completed