Total Memanjakan.
.
Hanya satu tinggal yang ku rayukan
Total memanjakan tanpa membagikan
Tiada lagi topeng yang ku kenakan
Penuh pengabdian tanpa keresahan
.
Terima Kasih ku padamu
Selalu....
.
.
UIM
.08.03.20
.
Selasa, 10 Maret 2020
Puisi " Total Memanjakan "
Jumat, 06 Maret 2020
Puisi " Maaf Lagi "06.03.2020
Maaf Lagi
.
Ketika aku esok pagi
bertemu lagi sang mentari
Tak ingin lagi kau berperih
Sudah lima kali sejak janji
.
Air dari mata cantik itu jatuh lagi
Semoga segera mendung henti
Berganti segar bias pelangi
Cukup Cukuplah tak mau lagi
.
Kata dari indah bibir itu ucap lagi
Semua ini dari kamu sendiri
Buat tak nyaman saat pergi
Buat sedih saat bermimpi
.
Maaf, sekiranya kau sudi
Seharusnya tak ku ulangi
Setiap kata sudah ku janji
Tapi masih saja ku beri
.
Oh wanita yang salah kucintai
Yang salah ku cara mengarti
Tapi...
Janji ku kau kan kucintai
Sampai akhir nafas ini
.
UIM
Pecinta Geku
Kamar, 06.03.2020
Selasa, 03 Maret 2020
Puisi "Pondok Selam Raja Ampat" 04.03.20
Pondok Menyelam Raja Ampat
.
Terbaring ku di ruang hening pekat
Ingatku menerawang dan teringat
Kembali ke waktu pertama ku lihat
Dia yang dengan senyum memikat
.
Sosok wanita ceria yang sapa semua
Tiba malam naik dari ujung dermaga
Datang bersama beberapa mereka
Tapi mata hanya gubris padanya
.
Bertegur sapa dengan mereka
Sejenak berdiri berhenti bercerita
Masih terus tak berhenti ku menatap
Kemudian berlalu dalam gelap
.
Sesat kemudian kembali lagi
Dengan senter ditangan nyala mati
Kemudian perahu pun menghapiri
Begitulah sekilas sebelum pergi
.
Ingat ku jelas pada dia
Tak tahu bakal ternyata
Lalu menjelma jadi pemuja
Sang wanita mandiri karya
.
Awal yang indah
Tengah yang duka
Akhir yang bahagia
Sesederhana itukah?
.
Jangan rumitkan
Biarlah berjalan
Wajar harapan
Jangan paksakan
Biarlah perlahan
Asal ke depan
.
Rindu pelukan mu dalam penantian
Aku sayang kamu sampai kemudian....
.
UIM
Pecinta Tinta Baca
(akhirnya ketemu)
.
Sarang Imaji, 04.03.2020
Puisi "Tak Temu" 03.03.2020
Tak Temu
.
Satu siang, malam satu
Tanpa kelihatan kaki mu
Cuma suara manja itu
Padahal tak jauh rumah mu
Sesekali belajar untuk merindu
Tak apa ku masih mampu
Belum sampai pun purnama satu
Tak sanggup kalau harus beribu
Cukup dua, tiga atau sepuluh
Sudahlah cukup sampai disitu
.
Aku masih mencintai mu
Sama seperti dulu
.
UIM
Your Nobody
Love Geku
.
WC Ku, 03.03.20
Senin, 02 Maret 2020
Puisi "Pagi Ini" 02.03.2020
Pagi Ini
.
Selamat pagi orang baik
Golar-golerlah bolak - balik
Sambut mentari yang mau naik
Teruslah senyum sebelum terik
.
Malam kunikmati jelita mu
Disela gelap mati lampu
Sudah saja pukul satu
Tak mau cepat berlalu
Wajah itu semoga selalu
Ada mengisi indah waktu
.
Tak kan biarkan berlalu
Jangan ada lagi kelabu
Wahai perindu butir salju
Segeralah mimpimu jadi padu
.
Semua harap mu tanpa aku
Buyarkan kecewa tanpa ragu
Tiada tiada aku lukai mu
Lagi setiap hari berlalu
Ku pastikan semua itu
Agar tenang ceria dunia mu
.
Bangun sudah...
Ku kecup kening mu dari mimpi ku
Siang ini.
.
.
UIM
Your Nobody
.
Kamar Pagi, 02.03.2020
Puisi 01 Maret 2020
Senyum Ada
.
Sedikit kembali senyum itu ada
Hari kembalikah ceria ?
Sepertinya iya, karena mulai ia bercerita
Bahkan tersisip sebuah rahasia
Tak terasa malam telah jam dua
Bahagia.. Bahagialah !
.
Kucoba ringankan kata - kata
Karena dia susah mencerna
Iya, tak mau beratkan cukup kebelakang
Jangan tambah dengan mengartikan
Biar terasa
Biar termakna
Pun dia orang logika
Tapi tidak, dia si perasa
Bahkan dalam gelap pun terus meraba
.
Semua ku ucap tak lagi dusta, semoga !
Benar adanya ketika ku pinta
Tolong berikan satu untuknya
Walau pasti ku bermurung durja
Bayangkan saja langsung terasa
Duka akan luka yang belum tiba
Bahagia... Bahagialah !
.
Ijinkan aku balas semua duka dengan tercapainya cita.
Karena nyata bahwa mimpi mu dan impian ku di jalan itu.
Sebagian mungkin, tak semua. Tak apa.
Tapi pantas kita capainya walau tak sempurna.
Sebaiknya kejar jangan pelan terbata
Cita, tunggu kami disana, segera.
.
.
UIM
.
Geku
Di bawah, 01.03.2020