Senin, 06 Juni 2016

DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN.

Kadang lebih halus menjadi " Buanglah sampah pada tempatnya ". Satu kalimat yang sering sekali kita dengar bahkan banyak sekali kita lihat tulisan ini, mulai dari tempat sampah, tembok-tembok di tempat umum, di dalam kamar mandi / toilet umum, di papan yang ditulis di pinggir jalan, iya memang harus dipinggir jalan karena kalau di tengah, bisa ketabrak mobil. Kalimat ini akrab sekali di mata kita, di tempat sarana umum banyak juga. Jadi kadang sekedar menjadi penghias atau pelengkap saja.

Kalimat ini kadang bertranformasi menjadi jagalah kebersihan, kebersihan sebagian dari iman, sampai ke tingkat yang lebih ekstrim menjadi Hanya monyet yang buang sampah disini, monyetnya kadang diganti dengan binatang-binatang lainnya, seperti anjing, babi, dan lain-lain. Jarang sih jadi kucing, ayam, bebek, mungkin karena jarang jadi kalimat makian. Berharap yang buang sampah disitu tersinggung, dan tidak jadi buang sampah lagi. Tapi sepertinya tetap saja ada sampah.

Belum lama ini saya baca disebuah artikel, ada komunitas pendaki dari luar negeri yang kegiatan bersih-bersih mengangkat sampah dari gunung Rinjani, alangkah mirisnya, kenapa harus orang luar, bukan kita sendiri. Kalau dulu orang luar datang untuk menjajah negeri kita, malah sekarang mereka yang punya kepedulian kita untuk menjaga alam kita agar tidak kotor dan rusak.

Tulisan ini saya buat untuk kembali mengingatkan saya khususnya dan umumnya untuk teman-teman pembaca sekalian. Bahwa ini hal sepele tapi tidak bisa kita sepelekan, hal kecil yang berdampak besar, mari kita renungkan bersama ( diam sejenak sambil merenung).

Ada beberapa pengalaman saya yang menarik mengenai bersih-bersih. Beberapa bulan yang lalu saya mengantar tamu dari Jakarta untuk tur keliling Raja Ampat, adahal yang menarik saat itu, selain tentu saja mereka terpukau dengan keindahan alamnya, salah satu tamu yang biasa dipanggil Koh Awi, dan hampir semua dari mereka merasa miris juga melihat sampah-sampah yang ada di Pyainemo, salah satu ikon baru di Raja Ampat, di puncaknya banyak, memang sih tidak terlalu banyak, tapi ada. Dari botol-botol plastik sampai kertas-kertas yang dipakai untuk menulis kata-kata salam / ungkapan kepada teman-teman yang belum sempat pergi kesana. Yang sekarang sedang trend di medsos. Kalau kita pikirkan lagi, apa beratnya sih sampah-sampah itu dibawa turun kemudian ditaruh di tempat sampah yang sudah disediakan, atau dibawa balik lagi, taruh di tas atau disaku masing-masing.

Lanjut ke Koh Awi tadi beliau mengangkati sendiri itu sampah-sampah yang berserakan di puncak Piaynemo, kami pun semua tegerak dan mulai membantu mengangkati sampah tersebut. Beliau berkata kurang lebih seingat saya, "tempat ini bagus sekali, saya sudah sering keluar negeri, tapi tidak ada tempat seindah ini, kalian harus jaga". Dengan semangat yang menggebu-gebu beliau berbicara. Sampah yang tadi kita angkat lalu kami bawa kembali ke speedboat, dan lalu kami buang di resort tempat kami menginap. Hal kecil memang tapi berdampak besar bagi saya.

Sampah puntung rokok misalnya, kecil memang tapi tetap sampah, harus kita buang ke tempat sampah, atau bisa kita selipkan di plastik pembungkus rokoknya, seperti yang saya pernah lihat di Raja Ampat, pemandu speedboat kami, si bule panggilan akrabnya, maklum karena rambutnya dicat pirang. Puntung rokok tidak dia buang sembarang, ke laut tapi diselipkan di plastik pembungkus rokoknya. Luar biasa menurut saya, hal kecil, sederhana sekali tapi belum tentu kita bisa lakukan.

Bahkan dulu waktu di bandara di Makassar, Sultan Hasanuddin. Saya ketemu dengan bule ( bule beneran kalo yang ini ), yang bawa asbak sendiri bahkan, untuk menaruh sisa puntung rokoknya, ketemunya saat sama-sama sedang transit, di smoking room lantai 2, yang sepertinya sekarang ruangan tersebut sudah dibongkar, sama halnya dengan di Bandara Soeta.

Marilah kita dari sekarang untuk sama-sama sadar, kita mulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang kecil. Bungkus permen, puntung rokok, dan sampah-sampah kecil kita kantongin saja jangan buang sembarangan, botol plastik air kemasan, kita remas dan gulung kecil-kecil dari dasar botolnya, ilmu yang saya dapat dari Koh Awi, biar tidak terlalu makan tempat si botol airnya, jadi lebih kecil. Saya lihat pada saat kami di dalam speedboat. Saya jadi ingat kata-kata dari Aa Gym :

" MULAI DARI HAL-HAL KECIL, MULAI DARI KITA SENDIRI, & MULAI DARI SEKARANG. "

Terima kasih, Salam damai & jaga kebersihan

MIU 5F557154

Jumat, 03 Juni 2016

WAYAG, Ikonnya Raja Ampat

WAYAG
Ikonnya Raja Ampat

Raja Ampat memiliki segala syarat untuk menjadi destinasi terbaik didunia. Pulau-pulau kecil dan keindahan bawah lautnya sungguh menggoda. Intisari keindahan Raja Ampat terletak di Kepulauan Wayag. Mau tahu?

Perairan yang biru dengan terumbu karang yang jelas terlihat di bawahnya, akan dapat Anda nikmati saat menikmati Raja Ampat. Jika menyelam ke bawah lautnya, ikan-ikan laut yang cantik akan
menyambut Anda. Tapi, tahukah Anda saripati keindahan Raja Ampat? Ya, Kepulauan Wayag.

Kepulauan Wayag terletak di Desa Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dari Sorong, perjalanan memakan waktu hingga 6 jam dengan menyewa kepal seharga Rp 10.000.000. Perjalanan yang berat dan cukup menguras dompet Anda, tapi keindahan Kepulauan Wayag sungguh tiada dua.

Kepulauan Wayag terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil. Pulau-pulau kecil tersebut merupakan pulau-pulau karang yang ditumbuhi pepohonan. Saat mengarungi kepulauan ini dengan kapal, Anda akan0 terhipnotis oleh lautan yang berwarna biru kehijauan, terumbu karang dan ikan-ikan yang terlihat jelas di bawah air, serta pemandangan yang indah dengan perpaduan lautan yang cantik dan pulau-pulau kecil yang menarik.

Ada satu tempat yang harus Anda kunjungi saat berada di Kepulauan Wayag, yaitu Pulau Karang. Bukan keindahan bawah lautnya, tapi Anda harus mendaki ke puncak pulau ini. Dengan kemiringan hampir 90
derajat, Anda akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di puncaknya. Stamina dan fisik yang kuat sangat dibutuhkan.

Ada apa di atas puncaknya? Gugusan pulau karang dan lautan yang biru akan terlihat sepanjang mata Anda memandang. Pemandangan yang biasa Anda lihat di internet atau televisi, kini ada di depan mata, bahkan seolah di genggaman Anda.

Dari atas ketingian, pulau-pulau karangnya akan terlihat jelas oleh Anda. Jika cahaya matahari sedang terik, akan menambah pesonanya karena terumbu karang di dalam lautnya menjadi warna tersendiri. Warna
biru kehijuan mendominasi lautan di sekitarnya. Siapkan kamera, karena ini adalah momen yang sangat langka!

Pemandangan sempurna ini, menjadikannya seolah inti dari keindahan Raja Ampat. Pemandangan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, akan membuat Anda tidak hentinya kagum dan takjub.

Kepulauan Wayag dapat menjadi penutup yang manis saat Anda berkunjung ke Raja Ampat. Pesonanya akan membuat perjalanan Anda ke Raja Ampat makin sempurna. Mari berlibur ke Kepulauan Wayag dan nikmati pesona Raja Ampat.

Bagi anda yang ingin berlibur ke Raja Ampat kami sarankan untuk datang dengan rombongan atau mengikuti tur yang disediakan oleh operator lokal agar lebih murah, karena berlibur ke Raja Ampat tidak seperti di Bali atau tempat wisata yang lainnya di Indonesia, yang sudah banyak bahkan berlebih fasilitasnya, pastikan anda memesan penginapan atau hotel, speedboat untuk trip ke spot-spot / pulau-pulau wisata lainnya jauh hari sebelumnya, dan itu semua tidak perlu anda lakukan jika sudah memakai jasa tur operator lokal.

Disamping itu juga dengan memakai jasa mereka anda ikut membantu kemajuan Raja Ampat khusus para penduduk lokal. Karena biasanya penduduk lokal menyediakan jasa penginapan atau homestay serta speedboat yang sudah bekerjasama dengan para operator tur lokal, salah satunya adalah Talaip Homestay yang berada tidak jauh dari Kepulauan Wayag, hanya tinggal 1 jam perjalanan ke Wayag. Jadi anda bisa puas menikmati ikonnya Raja Ampat, yaitu Wayag.

Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas, suasana, dan obyek wisata yang anda akan nikamati jika berlibur di Talaip Homestay, silahkan menghubungi kami. Atau anda bisa lihat di tulisan kami sebelumnya, Talaip Island Homestay Raja Ampat.

Kontak :
Email : memetraja4@gmail.com
085228081500

Kamis, 02 Juni 2016

Sensasi berlibur di pulau pribadi

Talaip Island Homestay Raja Ampat
(Private Island)

Terletak di pulau Talaip, Salio, Raja Ampat, berbagai view menarik dapat anda nikmati di sini, anda akan terkejut dan terpana karena keindahan alamnya, karena lokasinya juga sangat strategis hanya sekitar 1 jam perjalanan lagi kita sudah sampai ke Pulau Wayag, yang merupakan Ikon Raja Ampat yang sudah sangat terkenal bahkan mendunia. Jadi anda bisa benar-benar puas bahkan anda bisa seharian menikmati Wayag, karena lokasi yang sudah sangat dekat. Jadi anda bisa dengan santai menikmati Wayag, mendaki bukit, berfoto-foto ria, bermain di pantai Wayag sepuas anda, tidak perlu takut kemalaman di jalan karena letak penginapan yang sangat dekat, saking dekatnya dari Talaip Island kepulauan Wayag sudah bisa terlihat.

Fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan oleh Talaip Homestay menjanjikan pengalaman menginap yang menyenangkan dan menenangkan karena suasana pulau yang masih sangat alami, keanekaragaman hayati yang masih terjaga habitatnya, pepohonan yang rindang, riuh rendah suara angin yang berhembus diantara dedaunan, semilir debur ombak yang memecah di tepi pantai, dan kicauan rupa-rupa burung ikut meramaikan suasana, anda serasa berlibur di pulau pribadi anda, karena hanya Talaip homestay satu-satunya yang ada di pulau Talaip ini.

Talaip Homestay memiliki 8 kamar tidur dengan view pantai, jaring anti nyamuk, kamar mandi bersama dan juga menyajikan fasilitas rekreasi di sekitaran pulau yang sangat mengasyikkan, yaitu :

1). Berenang dan Snorkling di pinggir pantai atau dermaga dangan terumbu karang yang sangat indah, ikan - ikan kecil beraneka macam warna, ada Nemo, Walking Shark / Kalabia *, nudibranch ( lintah laut ), lobster* dan masih banyak lagi yang lainnya yang kami jamin akan membuat anda betah berlama-lama bersnorkling-ria di pulau ini.

2). Bersantai atau bermain dipinggir pantai sambil menunggu sunset / surise yang merona.

3). Telaga di dalam pulau dengan air yang sangat jernih dan menawan.

4). Menikmati pemandangan dari puncak bukit yang ada di pulau dan sambil melihat view laut dari atas kita bisa juga melihat lumba-lumba* dari atas bukit, sangat menakjubkan.

5). Malam hari ada bisa melihat Kuskus dan jika beruntung anda bisa melihat penyu* yang sedang bertelur atau  bahkan melihat telur-telur penyu yang akan menetas, dan melepas anak penyu ke laut dari pingiran pantai.

Sesuai dengan namanya Talaip yang berasal dari kata  "tala" berangkat atau mendayung, dan "ip" artinya tanjung, dari bahasa lokal setempat, di pulau ini terdapat tanjung di sekitaran pulaunya, tanjung yang sangat indah dan tidak hanya itu di sekitaran pulau Talaip dengan menaiki speedboat anda bisa menikmati beberapa fenomena alam lainnya, diantaranya :

1. Batu Termenung, sesuai dengan namanya batu ini berbentuk seperti sosok tubuh manusia yang sedang termenung.

2. Batu berlubang yang biasa di kenal dengan pintu surga (heaven door).

3. Telaga di Pulau Kanaan, pulau yang dekat dengan Homestay.

4. Panorama gugusan pulau-pulau kecil yang tak kalah indah dengan di Wayag.

5. Dan jika beruntung anda bisa melihat lumba-lumba yang menari menemani perjalanan disekitaran tanjung.

Dan masih banyak lagi keindahan-keindahan alam lainnya yang bisa anda nikmati di Talaip Homestay.Selamat Berkunjung dan selamat menikmati.

Salam Hangat dari kami,
Talaip Island Homestay Raja Ampat.
Untuk reservasi silahkan hubungi kami

Note : * hewan-hewan tersebut biasanya ada dan sering muncul dalam kesehariannya karena memang sudah merupakan habitatnya di pulau ini, hanya saja kami tidak menjamin 100% akan ada di saat kunjungan anda. Karena semua masih murni dan alami dari alam tanpa ada habitat buatan seperti keramba yang akan merusak ekosistem laut.Terimakasih dan harap menjadi maklum.

Senin, 30 Mei 2016

Cerita sedikit lucu dari Raja Ampat

Pesona Raja Ampat yang tidak ada habisnya.
Kadang saya sempat berpikir kenapa tidak dari dulu kita semua tahu keindahan Raja Ampat, kenapa baru akhir-akhir ini beberapa tahun belakangan ini, kita semua baru tersadar & terbuka mata bahwa ada tempat seindah ini di Papua, yang jauh di ujung timur indonesia.
Atau hanya saya kah yang berpikiran seperti itu, sepertinya tidak.

Saya sedikit berbagi pengalaman alias cerita menarik mengenai Raja Ampat,  tahun 2009 seingat saya, ketika waktu itu saya masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Sorong, tepatnya Astra Motor Sorong, saya & beberapa teman hendak pergi berlibur ke Raja Ampat, kami pun mempersiapkan diri dengan beberapa keperluan, kami sama sekali belum pernah ke sana, kami hanya baru mendengar kalau disana indah, pokoknya bagus lah, kalau kata orang-orang yang pernah kesana.

Kami membayangkan disana masih pulau terpencil, tidak ada warung makan, atau pun kios alias warung kelontong, kami pun membeli sembako lah singkatnya, ada beras, minyak kelapa, bumbu-bumbu dapur, kangkung pun ikut meramaikan persedian bahan makanan, tak lupa saya dan yang teman-teman cowok yang lain juga membeli persedian rokok untuk semalam di sana.

Kami ber sepuluh kalau tidak salah waktu itu, ada Mbak Nur, Mbak
Fina, Bang Tufri, Abang Adnan Kamek ( kepala mekanik ),
Kak Safar, Bang Hudson, Bang Hasan, Oiya hampir lupa S.O. Head kami Pak
Max Budi Utama dan PSM alias Piet Suyanto Manda, dan saya sendiri si ganteng dari gua hantu, hehe.

Jadi kami semua yang berangkat ini tahunya di sana tidak ada sarana dan prasarana lah istilahnya. Berangkat kami pun sempat mengalami insiden pada teman kami Rian Oei beserta istri yang seharusnya juga ikut berlibur bersama kami, dia jatuh dari motor saat berboncengan dengan istrinya, pas waktu jalan bersama dari arah kantor menuju pelabuhan, singkat cerita Rian tidak bisa ikut karena mengalami insiden kecil tersebut. Maaf Bang Rian, the show must go on.

Di pelabuhan kami langsung menaiki kapal cepat, semacam Feri kecil lah, kapasitas dua ratusan orang lah. Kami menuju Waisai, dan kemudian berakhir di Pulau Saonek. Tujuan berlibur kami. Turun dari kapal menuju daratan Saonek, alangkah terkejutnya kami, ( yah tidak terlalu terkejut sih ) cuma gak nyangka aja, ternyata di sana pas di depan gapura masuk ada Warung Nasi dan di tempat menginap pun ternyata disebelah kanannya ada kios / warung kelontong yang menjual sembako dan aneka makanan lainnya, rokok juga tersedia, bahkan herganya relatif sama dengan harga di Kota Sorong tempat tinggal kami.

Bayangkan pemirsa, ( diam sejenak dan bayangkan..... ) jangankan anda yang jauh di pulau lain di belahan indonesia ini, kami pun yang ibaratnya masih tetangga dengan Waisai, bahkan se-kabupaten dulu dengan Sorong sebelum pemekaran tahun 2007 lalu, menjadi Raja Ampat, kami buta dengan keadaan disini. Kalau tahu di sini ada kenapa kami harus bawa jauh-jauh dari 
Sorong apalagi itu sekarung beras, kan berat bawanya.

Maka wajar menurut saya jika dulunya saya waktu ke Jogja sekolah di tahun 2002. selalu ditanya yang aneh-aneh, di Sorong ada komputer gak ?, ada mall gak ? Ada radio gak
?... apalah pokoknya yang bikin saya sedikit bahkan hampir banyak, emosi. Yang paling menyakitkan itu ketika ditanya "kamu disana makan nasi juga gak?". Jengkel memang, cuma terkadang saya berpikir memang inilah realitanya, informasi yang kurang atau mungkin belum terlalu gencar-gencarnya internet seperti sekarang, setiap orang pegang gadget nya masing-masing, by the way itu di 2002, kalaupun sampai di 2016 ini ada orang dari belahan bumi Indonesia ini yang masih mengdiskreditkan atau belum tahu banyak soal Indonesia timur, Papua khususnya, mari kita sama-sama pertanyakan ( tanya kenapa ? ) kalau kata iklan rokok, tidak perlu lah anda tahu banyak, paling tidak anda tidak menggeneralisir bahwa Papua itu Koteka, dan Papua itu pedalaman. ( maaf saya pakai kata 
"anda" disini, soalnya pembahasannya sudah mulai berat nih 
) hehe

Tetapi ada sedikit cerita juga dari teman saya yang dari Lampung,
Angga namanya, ada saudaranya yang dari Jakarta mau diajak main ke Lampung, terus kata ibunya " jangan ah, maen ke Lampung nanti ke injek gajah " waduh, repot.
Iya memang
Lampung terkenal dengan gajahnya, tapi masa iya se-kota isinya gajah semua.
(becanda mungkin si
Ibu
). Apa memang kita yang sibuk dengan daerah atau tempat masing-masing sampai lupa dengan informasi mengenai daerah tetangga, atau mungkin dampak dari informasi di TV yang banyak tertutupi dengan sinetron, atau acara gosip, atau mungkin kita nya sendiri yang tidak mau peduli, atau disinilah kita bisa lihat & menilai seberapa efektifnya pelajaran Geografi di sekolah. Atau kah kurikulumnya yang hanya menekan kan masalah budaya dan adat istiadat, tanpa meng-update perkembangan wilayah.

Inti dari tulisan ini saya mengajak teman-teman dan saudara-saudara sekalian untuk berbagi informasi, agar teman-teman dibelahan ( kenapa harus belahan ya ? ) oke kita ganti dengan bagian, jadi dibagian Indonesia lainnya, bisa tahu perkembangan di daerah lain, jangan cuma kita bagi-bagi foto orang kecelakaan, orang mati, atau foto-foto atau tulisan yang berbau SARA.

Oke Terimakasih.

Salam Damai,

MIU

NB : ini sedikit saya bagikan Foto-foto hasil jepretan salah satu tamu tur kami, Ibu Yosepha Ichdawati. Bagus-bagus.( ijin ya 
Bu, fotonya saya share dikit )

Kamis, 26 Mei 2016

Paket Raja Ampat ( Wayag ) 4 Hari 3 Malam

Paket Wayag Trip Raja Ampat (4H3M)

Rp.4.800.000 / orang Paket min. 6 orang

Keunggulan : - lengkap 9 objek sekaligus. - suasana homestay yg indah di Wayag - anda puas seharian di Wayag - tamu tinggal menikmati perjalanan yg menyenangkan. - driver & guide sangat ramah

9 Objek Wisata :
1. Wayag ( Icon Raja Ampat )
2. Talaep Homestay di Wayag
3. Selpele
4. Piaynemo ( the litle Wayag )
5. Laguna Bintang
6. Teluk Kabui
7. Arborek ( renang / snorkling )
8. Pasir Timbul
9. Waisai

Include + Fasilitas :
1. Antar jemput bandara DEO Sorong - Pelabuhan Rakyat.
2. Tiket Kapal Cepat Ke Raja Ampat , Waisai PP.
3. Homestay di Wayag Raja Ampat.
4. Makan 3x sehari selama menginap.
5. Snack & air mineral.
6. Sewa speed boat selama trip.

Tidak termasuk :
1. Pengeluaran pribadi.
2. Transportasi dari kota asal ke Sorong.
3. PIN Raja Ampat
4. Sewa Alat snorkling

Jadwal Wisata :
.
Hari 1 :
.
09.00 : Penjemputan di Bandara DEO Sorong9
11.00 : Makan siang ( optional )
12.00 : Perjalanan ke Pelabuhan Rakyat
12.30 : Tiba di Pelabuhan & naik kapal cepat
14.00 : Berangkat ke Raja Ampat, Waisai
16.30 : Tiba di Raja Ampat, Waisai. Dijemput ke Homestay
17.00 : Sampai di Homestay, check in.
18.00 : Bersantai sambil menikmati sunset di pinggir pantai. 19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas , pengarahan untuk trip esok hari.
22.00 : Istirahat

Hari 2 :
.
07.00 : Sarapan & persiapan ke Wayag
08.00 : Berangkat ke Wayag
09.00 : Sampai di Wayag dan mendaki puncak Wayag
10.00 : Turun dari puncak Wayag, kemudian berfoto-foto ria di pinggir pantai Wayag, berenang, snorkling, anda sampai puas seharian di Wayag. Menikmati Ikon Raja Ampat yang sangat terkenal & sudah mendunia.
12.00 : Makan siang
01.00 : Lanjut menikmati Wayag
16.00 : Kembali ke Homestay
17.00 : Sampai di Homestay mandi & bersih-bersih
18.00 : Kembali menikmati sunset di pinggir pantai
19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas & membahas perjalanan besok
22.30 : Istirahat

Hari 3 :

06.00 : Sarapan & persiapan perjalanan
07.00 : Naik speedboat ke Teluk Kabui
09.30 : Sampai di Piaynemo The Litle Wayag & Lanjut ke Laguna Bintang.
10.31 : Lanjut menuju ke Arborek,
12.00 : Sampai di Arborek & makan siang. Renang / Snorkling.
14.00 : Perjalanan ke Pasir Timbul
15.30 : Sampai di Pasir Timbul
16.00 : Menuju Homestay di Waisai
17.00 : Bersantai di pinggir pantai sambil menunggu sunset
18.00 : Tamu dipersilahkan mandi & bersih - bersih
19.30 : Makan malam
20.30 : Acara bebas & membahas perjalanan besok
22.00 : Istirahat
.
Hari 4 :
.
06.00 : Sarapan sambil menikmati suasana pantai
07.30 : Persiapan untuk pulang,
08.00 : Menuju ke Pelabuhan Waisai.
09.00 : Menuju ke Pel. Rakyat Sorong
11.30 : Tiba di Sorong, beli cinderamata. Antar ke Bandara.
Trip selesai.

Trusted Local Tour
More Info

Call / whatsapp : 082248779599
Email : memetraja4@gmail.com
http://rajaampattourtpk.blogspot.co.id
Pin BB : 5F557145

Kami juga menyediakan paket Gathering & yang sesuai keinginan anda.
Dari yang Bacpakeran sampai ke VIP Class.

JAS MERAH RAJA AMPAT ?!

JAS MERAH RAJA AMPAT ?!

Jangan Sekali - kali Melupakan Sejarah

SEJARAH RAJA AMPAT
KISAH LEGENDA EMPAT RAJA

Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:

Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo (Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga. Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.

Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama :

War menjadi Raja di Waigeo.
Betani menjadi Raja di Salawati.
Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.

Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. (Sumber: Korneles Mambrasar)

SEJARAH RAJA AMPAT
Di tinjau dari sisi sejarah,  Kepulauan Raja Ampat di abad ke 15 merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini.  Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.

Kabupaten yang memperingati Hari Ulang Tahun setiap tanggal 9 Mei ini sekarang merupakan sebuah Kabupaten di Propinsi Papua Barat yang dimekarkan dari Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Bila kita lihat peta Propinsi Papua Barat maka letak Kabupaten ini terletak di kepulauan sebelah barat paruh burung pulau papua. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari kurang lebih 610 pulau yang memiliki panjang total tepi pantai 753 km. Pusat pemerintahan dan sekaligus Ibukota bagi Kabupaten Raja Ampat adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Waigeo, yaitu kota Waisai. (wbp)

Begitulah kira-kira sejarah singkat Raja Ampat. Semoga bermanfaat.
Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Presiden pertama kita, Bung Karno. Jadi ada baiknya sebelum anda pergi menikmati keindahan Raja Ampat, anda harus tahu dulu sejarahnya.

Samalah seperti anda berlibur ke Candi Borobudur atau Prambanan banyak cerita legenda disana, begitu pula di Raja Ampat. Percaya atau tidak, setidaknya anda tahu.

Sekian.

MIU

Salam Damai.

082248779599

Selasa, 24 Mei 2016

Catatan trip tanggal 5 - 10 Mei 2016

Catatan perjalanan Trip Raja Ampat 5H4M
5 Mei s/d 10 Mei 2016.

Hari Pertama.
Penjemputan & Nasehat untuk kemajuan.

Sesuai dengan rencana, pagi ini kapal terbang alias pesawat yang ditumpangi para peserta / tamu tiba di Sorong dari Jakarta. Sekitar jam 8 pagi, menunggu sekitar hampir 1 jam lebih, akhir saya pun bertemu dengan para tamu, setelah selesai barang-barang terangkut semua, kami pun bertolak ke Hotel.
Disini kami sarapan di restoran hotel.

Berbincang dengan para tamu tentang raja ampat tentunya, dari spot mancing sampai ke masalah politik.

Lanjutkan perjalanan ke pelabuhan rakyat, di sela-sela menunggu keberangkatan, saya dan Abang saya di beri nasehat, bagaimana cara mengelola travel yang lebih bagus lagi. Ceramah singkat itu di bawakan oleh Koh Awi, sebagai pimpinan rombongan, sepertinya. Karena memang beliaulah yang merupakan pimpinan perusahaan. Tamu - tamu ini adalah rombongan dari Perusahaan Furniture, Graver Furniture. Beliau bercerita tentang kepercayaan, satu kata berjuta makna & tidak mudah untuk dilakukan dan dijaga, mahal katanya dan butuh perjuangan untuk mewujudkannya.

Koh Awi datang beserta 10 orang lainnya, kolega bisnis beliau, ada agen, keponakan, dan kenalan-kenalan beliau dari Jakarta.

Saya sangat senang karena, beliau mau menasehati atau memberi masukan padahal kami baru beberapa jam bertemu, beliau sangat peduli seprtinya, dengan sarana dan prasana yang ada di Sorong, maklumlah pastinya sangat berbeda dengan fasilitas di Jakarta ataupun tempat-tempat wisata lainnya.

Kami pun tiba di Waisai Raja Ampat, setelah sekitar 2 jam perjalanan menaiki kapal cepat dari Sorong tadi. Kemudian langsung dijemput menuju ke Resort / penginapan.

Sesampainya disana kami pun check in, pembagian kamar & acara santai, para tamu dengan kegiatannya masing-masing, ada yang mandi, bersih-bersih, dan ada juga yang langsung menuju ke jembatan / dermaga pribadi milik resort untuk lempar tarik umpan dengan joran alias mancing. Memang beberapa tamu ini adalah para pemancing, sudah banyak tempat di daerah Jawa khususnya mereka sambangi untuk mancing, maniak memang.

Di dermaga ini saja para tamu yang memancing sudah terkesima dengan banyaknya ikan yang ada di pinggiran dermaga, berwarna-warni, indah. Ini baru di dermaganya bagaimana nanti kalau sampai di spot-spot snorkling, takjub mungkin, seperti di Arborek yang nanti akan kami datangi di hari kedua trip ini.

Acara dilanjutkan dengan makan malam, berbincang lagi untuk acara trip besok harinya, sudah tidak sabar sepertinya untuk segera ke Wayag. Sebelumnya kami sudah mengingatkan para tamu untuk memakai sepatu guna mendaki bukit batu di Wayag, bukit karts kata orang-orang.

Setelah itu kami pun beristirahat, karena besok pagi harus langsung perjalanan ke Wayag.

NB: Untuk catatan hari kedua akan dilanjutkan segera.

Selasa, 17 Mei 2016

Raja Ampat Travel 3D2N

Raja Ampat Tour
RAJA AMPAT TPK
Trusted Local Tour
We serve you better !!!!

CP: 08528808777/  Memet

Raja Ampat offers tour packages ranging from HIGH CLASS until the Backpacker.
Depending on your request.

Here we offer packages Regular:
3,500,000 - IDR
3 Days 2 Nights.
(Piaynemo -  Laguna Star- Homestay Piaynemo - Saundarek - Sawingray - Pasir Timbul - )

Itenerary Tour 3 Days 2 Nights
Raja Ampat / R4, Pyainemo The Litle Wayag
Meeting Point: Airport D.E.O. sliding

The first day :
Airport - Port  - Raja Ampat - Homestay

07:00 to 12:00:
- Participants / guests will be picked up at BandaraDEO Sorong
12:01 to 13:00:
- Lunch (optional) is still living dependents.
13:01 to 14:00:
- Towards the Port of people to cross into R4.
14:01 to 16:30:
- The trip to Port Waisai R4 climb KM. Marina Express.
16:31 to 17:00:
- Arrive at the Port Waisai, immediately escorted to the guest inn / Homestay.
17:01 to 18:00:
- Arrive at Homestay, guest can simply enjoy the beautiful panorama of the sea while waiting for sunset while taking pictures ria.
18:01 to 19:30:
- Participants can take a shower, clean up, etc.
19:31 to 20:30:
- Dinner while enjoying a view of the sea and exotic night.
20:31 to 22:00:
- Free Events at once brifieng to show to the next morning.
22:01 to 6:00:
- Rest

The second day :
Gulf Kabui - PIAYNEMO - Arborek - Sand Arise

06:01 to 07:00:
- Breakfast while preparing for the trip.
07:01 to 09:30:
- The guests departed up the speed boat to the Gulf Kabui, here guests will pass through a gap between the islands are very beautiful with calm water, rock cliffs karts on either side of us, the trees and the chirping of birds accompany our journey.
09:31 to 10:30:
- Arrive at Pyainemo The Litle Wayag, here we will descend from the speed boat and then up around 300an stairs to reach the top of the hill
Over the hill guests will be struck by the beauty of nature which is so magnificent, the view from the top of the hill we can see around our islands beautiful small karts, this is one of the icons R4 is already global. Piaynemo offers the beauty of the landscape that presents a view of the sea blends exquisite cluster of hills karst seen.

10:31 to 12:00:
- We continue the journey to the island Arborek.
12:01 to 12:30:
- Arrive In Arborek Island, about lunch.
12:31 to 14:00:
- Snorkling on the waterfront and in the area around the pier Arborek this is amazing, you can see the giant clams, almost one meter. Hundreds of tiny colored fish species - colorful tame seemed to welcome the arrival of visitors. Corals and other marine organisms that come in many varieties adds to the beauty of the underwater panorama. Your eyes must be satisfied to make.

14:01 to 16:00
- Go to the Sand arise, here we can see the white sand is very broad. Different with other places, if their white sand on the beach, here we can, enjoy in the middle of the sea. It is remarkable, you would be amazed to see it.

4:01 p.m. to 5:00 p.m.
- Back to Homestay
17:01 to 18:00
- Relax on the beach while waiting for sunset
18:01 to 19:30
- Guests are welcome shower and clean - spotless
19:31 to 20:30
- Dinner
20:31 to 22:00
- The event is free while discussing the trip the next day.
22:01 to 06:30
- Rest

Day 3

06:31 to 07:30
- Breakfast while enjoying the atmosphere of the beach
7:31 to 8:00 a.m.
- Preparation / packing to go home,
08:01 to 9:00
- Go to Port Waisai to return crossing to Sorong.
09:01 to 11:30
- Contrary to the to the Port of Sorong People use the ship KM. Marina Express.
11:31 to 12:30
- Arrive in Sorong Port People, leading to the typical cindremata Store Papua and then escorted back to the airport DEO

Trip Completed