JAS MERAH RAJA AMPAT ?!
Jangan Sekali - kali Melupakan Sejarah
SEJARAH RAJA AMPAT
KISAH LEGENDA EMPAT RAJA
War menjadi Raja di Waigeo.
Betani menjadi Raja di Salawati.
Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.
SEJARAH RAJA AMPAT
Di tinjau dari sisi sejarah, Kepulauan Raja Ampat di abad ke 15 merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini. Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.
Begitulah kira-kira sejarah singkat Raja Ampat. Semoga bermanfaat.
Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Presiden pertama kita, Bung Karno. Jadi ada baiknya sebelum anda pergi menikmati keindahan Raja Ampat, anda harus tahu dulu sejarahnya.
Samalah seperti anda berlibur ke Candi Borobudur atau Prambanan banyak cerita legenda disana, begitu pula di Raja Ampat. Percaya atau tidak, setidaknya anda tahu.
Sekian.
MIU
Salam Damai.
082248779599
Tidak ada komentar:
Posting Komentar